Jonsi & Alex
Riceboy Sleeps
Untuk penggemar band Sigur Ros, nama Jonsi Thor Birgisson bukan hanya sekedar nama yang sudah sangat dikenal, tapi juga bisa berubah menjadi sebuah obsesi untuk terus mencari tahu segala sesuatu tentang cowok berkebangsaan Islandia ini. Mulai dari kepiawaiannya menggesekan bow (alat gesek biola) ke gitar, karakter vokalnya yang indah melengking tinggi dengan nafas sangat panjang, kecintaannya terhadap burung (mata sebelah kanan Jonsi buta, dan ini membuatnya menjadi lebih sensitif terhadap banyak hal, termasuk sekawanan burung camar yang melintas di atas pantai), sampai pertemuannya dengan Alex, seorang pemuda Boston yang kemudian menjadi pasangan hidupnya sampai sekarang ini. Bersama Alex inilah, di sela-sela padatnya tur Sigur Ros mereka berdua membuat proyek Riceboy Sleeps yang sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2003.
Riceboy Sleeps bukan hanya proyek musik, tapi juga proyek visual art yang bisa membuat kita terus memutar kepala untuk mencari tahu ide dasar pembuatannya. Dari musikalitas, secara umum ini merupakan musik yang akan membuat kita merasa sangat hangat, tenang, begitu intim dengan alam atau imaji apa pun itu yang melintas seketika di pikiran kita. Sementara dari penampilannya, mata kita akan sangat dimanja oleh gambar-gambar sketsa polos pensil atau krayon, dengan cipratan atau rembesan warna-warna cat yang pudar.
Bayangkan ketika semua unsur tersebut ditumpahkan di atas kertas putih bersih, menjadi sebuah gambar sekawanan punggung anak-anak kecil yang saling rangkul, dan salah satunya menengok ke arah kita melihat, dengan tulisan Rain Down My Favorite Songs di bagian atas kertasnya. Di bagian belakang dari gambar ini pun ternyata diisi dengan set list 13 lagu-lagu favorit pengiring hujan itu, diantaranya ada Moon River - Audrey Hepburn, Mother's Last Word To Her Son - Washington Phillips, sampai Ave Maria - Alessandro Moreschi. Dari sini terlihat jelas nilai kedekatan yang ingin dibagi oleh Jonsi & Alex dengan para pendengarnya.
Di gambar yang lain kita bisa melihat lagi sketsa anak kecil yang membungkukkan badannya, dengan guratan-guratan tinta hitam berbentuk pohon yang menghiasi bagian pinggirnya. Tiga gambar tadi merupakan bagian dari enam gambar yang disertakan sebagai album artwork dari Riceboy Sleeps. Sementara untuk hasil karya seni mereka yang lebih lengkap semuanya dapat dilihat di www.jonsiandalex.com. Bagi para kolektor album, Jonsi & Alex memberikan suatu anugerah boxset lengkap berisi semua artwork mereka; seperti buku gambar berwarna setebal 40 halaman, lengkap dengan pensil warnanya yang terbuat asli dari kayu hutan pilihan, sebuah album tambahan berisi lagu All Animals dengan durasi 33 menit, dan masih banyak karya-karya limited lainnya lagi. Paling menarik tentu saja pengepakan boxset ini yang menggunakan buku tebal yang sudah lapuk, yang bagian dalamnya dibolongi untuk diisi barang-barang pilihan tadi. Sekali lagi, boxset ini benar-benar sebuah anugerah mahakarya.
Untuk single pilihan, saya menganjurkan untuk mendengarkan album ini secara keseluruhan tanpa memilih salah satu lagunya untuk dijadikan andalan. Meskipun lagu Happines masuk ke dalam kompilasi Dark Was The Night, sebuah kompilasi rilisan Red Hot Organization, dengan line up Sufjan Stevens, Beach House, Yo La Tengo, dll. Karena secara keseluruhan musik mereka sangat solid dengan karakter kuat yang sangat membedakan dengan album ambient/post rock yang lain. Seperti musik yang membawa kita untuk melihat bumi bukan dari kutub, hutan, atau padang pasirnya saja, tapi secara bersamaan menjadi suatu kekuataan yang bulat dan kokoh.
- November 17, 2009
- del.icio.us
- Web reactions
- 0 Comments


