Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

Aghi Narottama (Music Scorer)

Music Scoring juga ikut mengambil peranan penting dalam sebuah film. Lewat suara musik, sebuah adegan akan terasa lebih dalam dihayati penonton. Profesi ini sendiri masih terbilang jarang digeluti orang karena tak semua orang punya kemampuan untuk menjadi seorang music scorer. Simak penuturan Aghi Narottama yang sukses menjadi music scorer .

aghi-narottama-1.jpg

Kapan memulai karir sebagai music scoring?
Tahun 2000-an, setelah menyelesaikan kuliah di bidang Sound Engineering di Seattle. Ternyata, salah satu teman, Joko Anwar, membuat film Janji Joni. Band saya, Ape On The Roof, mengisi soundtrack film itu. Selesai terlibat dalam soundtrack Janji Joni, saya dan dua orang teman lainnya (Bembi dan Mondo) membuat usaha Roof Top Town, spesialis mengerjakan musik untuk jingle iklan. Dari situ, link kami makin luas, kenal dengan orang-orang produksi iklan juga orang-orang film. Kebetulan datang kesempatan dari Nia Dinata untuk terlibat music scoring film Berbagi Suami. Ini suatu tantangan besar buat kami karena mengerjakan proyek sutradara ternama dan filmnya Nia bukan film sembarangan. Titik balik kami dimulai dari sini karena akhirnya orang-orang tahu ada music scoring bernama Agi, Bembi, dan Mondo.

Industri music scoring di Indonesia masih terbilang baru. Tentunya perlu skill khusus. Apa saja yang syarat menjadi music scorer?
Yang pasti, suka film dan musik. Tapi, bukan berarti seseorang yang menjadi musisi dia bisa menjadi music socrer karena perlu didukung bekal, pengetahuan, dan skill yang benar-benar harus dipelajari dan benar-benar bisa membuat lagu. Bukan hanya bermodalkan menempel-menempelkan dari lagu orang. Selain itu, perlu juga imajinasi yang tinggi.

Bagaimana prospek industri music scoring di masa depan?
Mereka yang pekerjaannya sebagai music scorer jumlahnya masih sedikit. Ttapi untuk ke depannya, masih sangat banyak peluang. Jumlah produksi film tahun lalu dengan tahun ini saja sangat banyak. Tapi, untuk mereka yang mau terjun ke dunia ini, harus benar-benar punya bekal dan pengetahuan tentang music scoring.

Boleh tahu berapa besarnya pendapatan dari pekerjaan ini?
Sebenarnya, pekerjaan ini seperti kita ngeband, ingin senang-senang sambil mengangkat estetika sebuah film dan memperlihatkan idealisme kita. Pendapatan jadi nomor sekian. Lagipula, film kan datangnya enggak setiap bulan, setahun mungkin bisa dua atau tiga film saja. Kalau untuk mendapatkan uang, ya, pekerjaan kami membuat jingle iklan yang jadi andalan.

Sekarang sedang membuat scoring film apa?
Membuat movie scoring film kartun kerjasama antara Framework, PH dari Singapura, dan Kalyana Shira, PH milik Nia Dinata. Judul filmnya Meraih Mimpi.


Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.