Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

Komunitas Salihara

Berdiri di atas sebidang tanah seluas sekitar 3.237 m2, Komunitas Salihara yang berlokasi di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memiliki tiga unit bangunan utama: Teater Salihara, Galeri Salihara, serta ruang perkantoran dan wisma seniman.

komunitas salihara2.jpg

Sejarah Komunitas Salihara bermula dari Komunitas Utan Kayu, yakni sebuah kantong budaya berlokasi di Jalan Utan Kayu 68H, Jakarta Timur. Komunitas yang dibentuk oleh sebagian pengasuh majalah Tempo, sejumlah sastrawan, intelektual, seniman, dan jurnalis atau wartawan, sekitar tahun 1995.

Sayap kesenian Komunitas Utan Kayu, yang sudah berumur sekitar sepuluh tahun, bertekad meneruskan dan mengembangkan apa yang telah dicapai. Demi menampung perluasan aktivitas itu, kemudian, para pendiri dan pengelola memprakarsai pembangunan wadah pengembangan berekspresi, Komunitas Salihara.

Pada 14 Juli 2007, dilakukanlah peletakan batu pertama. Sebulan setelah peletakan batu pertama, tepatnya pada pukul 08.08 WIB, tanggal 8 Agustus 2008, dua pioneer Komunitas Salihara, Budayawan Goenawan Muhamad, dan  mantan Gubernur DKI (Alm.) Ali Sadikin, memberikan sambutan atas diresmikannya komunitas kesenian ini.

Fasilitas
Teater Salihara merupakan gedung teater model black box yang pertama di Indonesia. Berdinding kedap suara, tempat ini dilengkapi ruang rias serta segala peralatan tata panggung, tata suara, dan tata cahaya modern. Sedangkan pada bagian atapnya, Teater Salihara dirancang sebagai teater terbuka. Ruangan ini dapat menampung hingga 252 penonton.

Galeri Salihara, berbeda dari kebanyakan bangun galeri umumnya, mengambil bentuk silinder dengan lingkar sedikit oval. Ruang kosong dengan dinding melingkar tanpa sudut, tanpa batas, memberikan perspektif pandang yang lebih luas. Di bawah bangunan ini, terdapat pusat jajan berikut aneka makanan dan minuman dengan pemandangan terbuka yang nyaman.

Tak kalah unik adalah unit bangunan empat lantai untuk perkantoran, perpustakaan, wisma, dan toko buku. Lantai teratas bangunan ini, sebagian menjorok dan melayang di atas atap gedung teater. Sedangkan lantai paling bawahnya, sebagian melesap ke dalam tanah.


Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.