Julia Duncan
a shy, quiet, and soft-spoken person
Apa jadinya jika "Breakout" dari Swing Out Sisters dibawakan dengan gaya lebih kalem? Julia Duncan menjawabnya lewat debut album The Love Lounge yang berisi 12 lagu lawas dan satu lagu karyanya. Meski nama solis berdarah Filipina-Amerika kelahiran 26 tahun lalu ini telah dikenal di dunia modelling, musik tetap merupakan pilihan utamanya. Ditemui di Hotel Mulia, Senayan, awal April lalu, Julia Duncan berbicara banyak tentang dirinya kepada Adirama Gemmy.
Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan, terkait karier maupun kehidupan?
Lakukan semuanya dari hati dan bekerja keras. Orang harus melakukan dua hal itu untuk meraih kesuksesan.
Apa sebetulnya passion Anda?
Sejak umur 9, saya sangat suka menggambar. Saya juga selalu tertarik dengan psikologi. Sementara, dunia model, sebenarnya baru belakangan ini. Saya termasuk orang yang pendiam dan pemalu. Saya bukan gadis kecil yang suka berdandan dan memakai make-up. Bahkan, saya merasa hampir seperti geek.
Sekarang Anda adalah seorang model, atlet, dan penyanyi. Apa selanjutnya?
Saya akan tetap bernyanyi. Saya juga sangat menyukai museum, pantai, dan makanan. Ya, saya sangat suka makanan.
Masakan apa yang paling Anda suka?
Banyak, saya suka masakan Jepang, Filipina, Amerika, dan Indonesia tentunya.
Ini pertama kalinya Anda ke Jakarta?
Ya.
Apa pendapat Anda tentang Jakarta?
Saya baru tiba sekitar dua hari lalu. Banyak tempat menarik di Jakarta. Orang-orangnya pun terlihat menyenangkan. Mengenai macet, sepertinya itu terjadi di mana-mana. Yang penting adalah cara mengaturnya.
Apa bedanya menjadi model dengan penyanyi?
Banyak sekali. Ketika Anda menjadi model, Anda tak perlu mengeluarkan suara--apapun bentuknya. Anda tinggal berhadapan dengan kamera, baju, dan lainnya. Sementara, menyanyi, Anda harus bernyanyi di depan banyak orang. Itu tentu menciptakan lebih banyak tekanan. Belum lagi terkait teknik pernapasan, makanan yang tidak boleh Anda konsumsi, dan sebagainya. Dan, ketika Anda mempelajari sebuah lagu, Anda juga harus mempelajari tiap kata dan melodinya. Intinya, bernyanyi memiliki lebih banyak tantangan.
Berapa lama Anda merampungkan album ini?
Hampir setahun.
Mengapa lagu-lagu itu yang Anda pilih?
Karena sudah familiar dan populer. Dan, atas pertimbangan bahwa saya merupakan orang baru dalam dunia ini, kami (saya, label, dan produser) setuju untuk meng-cover lagu-lagu itu. Lagipula, saya tak percaya dengan sukses individu. Saya percaya pada kerja tim. Makanya, saya setuju dengan masukan mereka (label, produser, dan orang-orang di belakang album ini).
Anda termasuk tipe orang seperti apa?
Saya workaholic. Namun, ini semua adalah tentang keseimbangan. Saya bekerja dan istirahat. Banyak orang bilang saya tak berbakat dan menyarankan lebih baik fokus di model karena menurut mereka saya sensual. Banyak juga yang bilang saya down to earth dan sangat bisa berempati. Saya tidak suka menilai orang hanya dari luar. Begitupun saya tak ingin orang lain menilai saya hanya dari luar. Saya percaya semua orang memiliki hak yang setara.
Penampilan Anda yang paling berkesan?
Pertama, saat mendampingi John Legend tampil di Hong Kong. Kedua, tampil di Vienna Opera Orchestra di Manila.
Barang apa saja yang pasti selalu Anda bawa?
Ipod, handphone, alat gambar, dan maskara.
Seberapa jauh figur ayah berpengaruh pada karier Anda?
Ayah saya termasuk musisi hebat. Ia bisa memainkan banyak alat musik. Dulu, ia sering membawakan lagu-lagu Bob Dylan, Bee Gees, Elvis Presley, dan The Beatles. Namun, saya tak pernah ingin menjadi sepertinya. Saya gadis kecil pemalu, tapi ayah selau memberi dorongan. Dia bilang, "Kamu tidak akan pernah tahu sampai kamu mencobanya".
Anda percaya pada kesempatan kedua?
Tentu. Bahkan, ketiga, keempat, dan kelima. Semua orang harus terus mencoba meski gagal.
Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan, terkait karier maupun kehidupan?
Lakukan semuanya dari hati dan bekerja keras. Orang harus melakukan dua hal itu untuk meraih kesuksesan.
Apa sebetulnya passion Anda?
Sejak umur 9, saya sangat suka menggambar. Saya juga selalu tertarik dengan psikologi. Sementara, dunia model, sebenarnya baru belakangan ini. Saya termasuk orang yang pendiam dan pemalu. Saya bukan gadis kecil yang suka berdandan dan memakai make-up. Bahkan, saya merasa hampir seperti geek.
Sekarang Anda adalah seorang model, atlet, dan penyanyi. Apa selanjutnya?
Saya akan tetap bernyanyi. Saya juga sangat menyukai museum, pantai, dan makanan. Ya, saya sangat suka makanan.
Masakan apa yang paling Anda suka?
Banyak, saya suka masakan Jepang, Filipina, Amerika, dan Indonesia tentunya.
Ini pertama kalinya Anda ke Jakarta?
Ya.
Apa pendapat Anda tentang Jakarta?
Saya baru tiba sekitar dua hari lalu. Banyak tempat menarik di Jakarta. Orang-orangnya pun terlihat menyenangkan. Mengenai macet, sepertinya itu terjadi di mana-mana. Yang penting adalah cara mengaturnya.
Apa bedanya menjadi model dengan penyanyi?
Banyak sekali. Ketika Anda menjadi model, Anda tak perlu mengeluarkan suara--apapun bentuknya. Anda tinggal berhadapan dengan kamera, baju, dan lainnya. Sementara, menyanyi, Anda harus bernyanyi di depan banyak orang. Itu tentu menciptakan lebih banyak tekanan. Belum lagi terkait teknik pernapasan, makanan yang tidak boleh Anda konsumsi, dan sebagainya. Dan, ketika Anda mempelajari sebuah lagu, Anda juga harus mempelajari tiap kata dan melodinya. Intinya, bernyanyi memiliki lebih banyak tantangan.
Berapa lama Anda merampungkan album ini?
Hampir setahun.
Mengapa lagu-lagu itu yang Anda pilih?
Karena sudah familiar dan populer. Dan, atas pertimbangan bahwa saya merupakan orang baru dalam dunia ini, kami (saya, label, dan produser) setuju untuk meng-cover lagu-lagu itu. Lagipula, saya tak percaya dengan sukses individu. Saya percaya pada kerja tim. Makanya, saya setuju dengan masukan mereka (label, produser, dan orang-orang di belakang album ini).
Anda termasuk tipe orang seperti apa?
Saya workaholic. Namun, ini semua adalah tentang keseimbangan. Saya bekerja dan istirahat. Banyak orang bilang saya tak berbakat dan menyarankan lebih baik fokus di model karena menurut mereka saya sensual. Banyak juga yang bilang saya down to earth dan sangat bisa berempati. Saya tidak suka menilai orang hanya dari luar. Begitupun saya tak ingin orang lain menilai saya hanya dari luar. Saya percaya semua orang memiliki hak yang setara.
Penampilan Anda yang paling berkesan?
Pertama, saat mendampingi John Legend tampil di Hong Kong. Kedua, tampil di Vienna Opera Orchestra di Manila.
Barang apa saja yang pasti selalu Anda bawa?
Ipod, handphone, alat gambar, dan maskara.
Seberapa jauh figur ayah berpengaruh pada karier Anda?
Ayah saya termasuk musisi hebat. Ia bisa memainkan banyak alat musik. Dulu, ia sering membawakan lagu-lagu Bob Dylan, Bee Gees, Elvis Presley, dan The Beatles. Namun, saya tak pernah ingin menjadi sepertinya. Saya gadis kecil pemalu, tapi ayah selau memberi dorongan. Dia bilang, "Kamu tidak akan pernah tahu sampai kamu mencobanya".
Anda percaya pada kesempatan kedua?
Tentu. Bahkan, ketiga, keempat, dan kelima. Semua orang harus terus mencoba meski gagal.
- May 19, 2009
- del.icio.us
- Web reactions
- 0 Comments


