Erwien Binoerwati: Desainer Interior

"Motif untuk berbicara adalah imajinasi, usaha mewujudkannya, implementasi. Hasil yang bisa dinikmati adalah realisasi yang memuaskan hati." Kalimat tersebut lahir dari seorang Desainer Interior berpengalaman, Erwien Binoerwati. Kepada Adirama Gemmy dan Ozal Udaya, ia mulai menyuarakan imajinasinya..
Sudah berapa lama Anda menyelami profesi ini?
Sejak umur 23, kira-kira 15 tahun yang lalu.
Ceritakan mengenai profesi ini?
Prinsipnya, profesi ini merupakan upaya memecahkan masalah yang
berkaitan dengan ruang dari sebuah bangunan. Masalah yang harus
diselesaikan dalam desain interior berkaitan dengan masalah fisik dan
non-fisik.
Maksudnya?
Ya, masalah fisik berkaitan dengan kondisi ruang yang terdiri atas
unsur perabot, utilitas, seperti jendela, ventilasi, pintu, dll.
Sementara, masalah non-fisik berkaitan dengan faktor manusia. Kemudian,
konsentrasi di dalamnya masih terbagi lagi.
Ada berapa jenis desain dalam desain interior?
Umumnya, tiga. Pertama adalah retail. Contoh saja, ini adalah usaha
mendesain interior di sebuah mal. Jadi, kita mendesain tampilan dari
tiap-tiap outlet. Hanya, ada beberapa outlet yang sudah memiliki
ketetapan desain. Jadi, kami hanya mengawasi agar tampilan outlet
tersebut masih koheren dengan mal-nya atau bangunan di kanan-kirinya.
Kemudian, corporate. Biasanya, di perkantoran. Jika ingin lebih
spesifik lagi, kantor bank. Umumnya, desainnya tidak terlalu susah dan
permasalahan yang dihadapi tidak terlalu rumit. Terakhir, hospitality.
Misalnya, untuk apartemen, kondominium, dan premium residences.
Apa suka dan duka menjadi Desainer Interior?
Banyak dan beragam. Kalau di bidang corporate, sukanya adalah tempo
kerja dan turn-over uang yang cepat. Dukanya, hasil karya saya tidak
bisa dilihat banyak orang. Hospitality, serunya adalah kami membangun
kenyamanan untuk keluarga. Sementara, retail, nominal yang diterima
memang tidak sebanyak corporate, tapi kepuasan batin lebih terjamah.
Sebab, bisa mengekspresikan dan melebarkan imajinasi sehingga dapat
terealisasi, hasil karyanya pun dapat dilihat dan dinikmati banyak
orang.
Apa mungkin terjadi perubahan konsep setelah proyeknya jadi?
Paling sedikit-sedikit. Kalau kontrak kerjanya dalam jangka waktu lama,
misalnya lima tahun, ya memang harus diubah, supaya sumber daya
manusianya tidak bosan, baik pengunjung ataupun karyawan.
Apa syarat menjadi Desainer Interior?
Tertarik mendesain interior. Itu adalah kunci utama. Sebab, jika senang
menjalaninya, Anda tidak akan merasa terbebani, bisa berimajinasi dan
berkreasi lebih leluasa.
Siapa klien Anda?
Saat ini saya sedang bekerja sama dengan Ciputra untuk kondominium dan
premium residence mereka. Selanjutnya, beberapa klien saya adalah Lowe,
BCA cabang Slipi, Grand Indonesia, Senayan City, dan masih banyak lagi.
Biasanya, dari mana Anda mendapat inspirasi?
Inspirasi datang seperti mimpi, bisa dalam mata terpejam atau terbuka.
Biasanya, dari membaca referensi buku, browsing di internet, atau saat
melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Sebagai seorang Desainer
Interior, kita harus memperkaya diri dengan melakukan pengamatan ke
berbagai tempat. Hal ini dapat menjadi referensi yang bersifat
observasi.
Apakah Desainer Interior adalah profesi yang menjanjikan?
Pasti. Sebab, desain adalah hal yang dinamis, selalu berubah. Tidak
terpaku di dalam negeri saja, kini banyak Desainer Interior dari
Indonesia yang mulai go international. Di mulai dari Singapura,
kemudian menangani proyek di Dubai dan Bahrain. Pendapatan dari
pekerjaan ini juga sangat menggiurkan.
- October 29, 2008
- del.icio.us
- Web reactions
- 3 Comments



3 Comments
#1 | lucky 2:16 PM February 16, 2009
halo mbak, salam kenal
sy jg seorg desainer interior dan kepingin menimba ilmu dari mbak yg lbh bnyk pengalaman di bidangnya
#2 | sukotjo 5:21 PM September 18, 2009
hai win apa kabar?
#3 | fajrin 9:34 AM January 12, 2010
mba saya lg nyari desain interior buat retail neh.ada contact yg bisa di hubungi?
fajrin 081362888188
udahkayatampanpula@gmail.com