Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

The Used Live In Concert

theused2.jpg

Suguhan band yang di atas panggung menyatakan sebagai salah satu pengusung jenis musik hardcore ini, lumayan berhasil membuat penikmatnya di Jakarta berdecak. Meski cara kelompok asal Orem, Utah Amerika tersebut dalam menyajikan hidangan 'lagu-lagu emosi' ala mereka tidaklah istimewa.


Mengandalkan tembang-tembang yang sudah melekat di benak para pecinta, dirasa sudah cukup untuk menghibur remaja ibukota yang hadir di Tennis Indoor Senayan (14 agustus 2008) yang begitu mengagungkan Bert Mc Cracken (vokal), Quinn Allman (Gitar), Jeph Howard (bas) serta Dan Whitesides (drum). Di lagu awal, 'Bird and The Worm', sang vokalis sempat keteteran dalam hal mengatur nafas. Bunyi yang keluar dari temboloknya terdengar fals. Namun di lagu kedua, 'Take it Away', pria yang bentuknya mirip dengan bintang film School of Rock, yakni Jack Black, kembali menemukan cara bersenandung yang benar.

theused3.jpg

Selanjutnya, 'Liar Liar' menukik kencang dan menggelegarkan gedung. Sembilan puluh persen remaja yang memenuhi konser, turut berteriak mengikuti salah satu menu wajib The Used tersebut. 'I Caught Fire', 'Paralized', 'Sick Hearts' dan 'Pretty Handsome' menggulung pengagum 'kelompok pria sakit hati' tersebut, melalui sihiran notasi yang sarat dengan nuansa kekinian. Maaf, saya berlari sedikit dari topik, tiga hal yang cukup disesali dalam konser ini adalah: Pertama, para personil The Used terlihat malas dan tidak bersemangat, selama menghibur penonton yang sudah mengeluarkan kocek ratusan ribu demi menyaksikan penampilan mereka. Kedua, suara yang keluar dari ampli Quinn dan Howard benar-benar di bawah kualitas standar musisi internasional. Ditambah, banyak sekali lontaran kata-kata tidak penting, keluar dari rongga Bert dalam menjalin komunikasi dengan penyaksi konser malam itu. Tatanan kalimat kotor yang mencuat, memaksakan untuk terdengar brengsek dan begajulan. Namun, jatuhnya malah menggelikan.

Untungnya tata lampu yang cukup memukau, lumayan mampu menutupi kekurangan mereka malam itu. Mengapa encore harus selalu terjadi dalam setiap konser? The Used pun turut melakukan hal yang sudah sangat standar ini. Lagu 'Hospital', 'On My Own' dan 'Box Full' mereka jadikan senjata untuk menggegap gempitakan hari itu. Sayangnya tidak klimaks. Jadilah pertunjukan malam itu sebagai "konser musik yang benar-benar biasa".

3 Comments

#1 | Noor 1:05 PM August 14, 2008

Aaah Mas Nicko bisa aja..

#2 | indah 1:33 PM August 14, 2008

jujur banget ya tulisannya!

#3 | gandrasta 12:05 PM July 2, 2009

Tembolok? Bukankah ini milik ayam dan keluarga unggas?

Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.