Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

Under The Blacklight - Sajian Album Brilian Dari Rilo Kiley

Under the Blacklight Band asal Los Angeles yang mempunyai begitu banyak penggemar fanatik ini, menawarkan tone music dengan pondasi pop amerika yang dibalut nuansa indie Inggris dalam karya-karya-nya. Di album ke-4 mereka yang bertajuk Under The Blacklight ini secara habis-habisan mereka membongkar segala macam akar genre ke dalam-nya. Jenny Lewis (vokal, keyboard, gitar), Blake Sennett (gitar), Pierre de Reeder (bas) dan Jason Boesel (drum) berhasil menohok kebiasaan pola patron standar ideal yang sering diterapkan band-band sejenis.

Seperti telah kita ketahui, banyak band yang terlalu mempertahankan sisi konsep yang stagnan dan masal dalam setiap albumnya. Sementara Rilo Kiley mampu meleburkan semua kehendak yang diinginkan masing-masing personilnya untuk konsep musik-nya. Mereka berhasil menciptakan karya yang original tanpa terbebani asupan logika majemuk ini itu. Musik Rilo Kiley benar-benar terdengar meluncur begitu saja tanpa hambatan yang bisa mengkotak-kotakan sajian musik mereka.

Band yang bersahabat kental dengan petinggi-petinggi musik brilian dan menyenangkan seperti almarhum Elliott Smith, Conor Oberst (Bright Eyes), Death Cab For The Cutie dan The Postal Service ini menyuguhkan pesona yang begitu berkasta dan sangat berkualitas, baik dari sisi lirik maupun instrumen-nya mereka mampu menghadirkan sebuah penyegaran yang sungguh terampil. Beberapa kejeniusan masa kini mereka hamburkan dalam track-track seperti “Silver Lining” yang mengungkap keresahan Jenny Lewis, “Close Call” di mana ayunan gitar-nya menyengat otak kiri kita dengan rentetan sound crunch-nya, “The Moneymaker” mampu memanjakan keinginan kita untuk menyenandungkan lagu ini secara terus menerus berkat formula pop eropa 80-an akhir yang begitu fantastis dengan padu padan indie folk khas Amerika.

“Breakin Up” menonjolkan dub dan timbre tinggi Jenny yang sungguh loveable, sementara “Under The Blacklight” mereka memainkan nada sederhana dengan kelas mutu yang sungguh tidak main-main serta “Dreamworld” yang menghadirkan sulur gitar ajaib dan layer vokal yang teramat menakjubkan. Dua track terfavorit saya adalah “Dejalo” yang mengungkap Spanish pop dengan guyuran indie rock era 97-an dan lagu “Give a Little Love” dimana disana terdapat aroma Debbie Gibson yang berbaur bersama aroma Fans Club dengan imbuhan James era album awal. Memuaskan!

Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.