Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

Screening Video "Ribbons and Tie" Santamonica

Sebuah video klip biasanya dibuat sebagai alat promosi sebuah album, biasanya dengan menampilkan sebuah single yang diandalkan. Hingga kini, cara ini masih dianggap sebagai salah satu metode paling ampuh untuk merengkuh pasar yang luas. Sayangnya, akhir-akhir ini acara yang menayangkan video klip di televisi semakin sedikit dengan jam tayang yang yang juga kian minim. Disisi lain, band-band dan musisi baru kian banyak bermunculan dengan video klip masing-masing, bersaing dengar musisi lama yang sudah eksis.

Santamonica, yang baru tahun lalu merilis album “Curiouser And Curiouser” baru saja menyelesaikan video klip untuk single kedua mereka “Ribbons And Tie”. Untuk menarik perhatian publik, pada tanggal 5 Maret 2008, band yang bernaung dibawah bendera Sinjitos Records ini melakukan pemutaran perdana video klip terbaru mereka di Blitz Megaplex yang disaksikan sejumlah jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik.

Video klip “Ribbons And Tie” ini memang istimewa. Disini, Santamonica mencoba melakukan beberapa hal yang mungkin belum pernah dilakukan oleh band-band lokal lain. Diambil menggunakan kamera 35mm dengan pengambilan gambar one take, video klip garapan sutradara Dibyokusumo ini menampilkan aksi koreografi teatrikal yang didukung oleh 40 orang talent dari SMU Tarakanita I, dimana aula sekolah tersebut juga dijadikan sebagai lokasi syuting. Bahkan, acara screening video klip sendiri bisa jadi baru pertama kali dilakukan oleh sebuah band lokal.

Acara dibuka jam 12.15 WIB oleh penampilan live Santamonica di dalam gedung bioskop selama kurang lebih setengah jam. Dilanjutkan oleh sesi perkenalan dengan sang sutradara, Dibyokusumo dan kru pendukung seperti Ewo (art director) dan Canari (koreografer) yang diselingi pemutaran video behind the scene pembuatan video klip “Ribbons And Tie.” Dalam sesi ini, Dibyo menjelaskan dia mendapat inspirasi untuk klip ini dari rekaman video keponakannya, dan ia ingin menterjemahkan kenaifan a la anak-anak di rekaman tersebut dengan menggunakan talent yang tidak berpengalaman dan setting yang sederhana namun efektif.

Selepas klip “Ribbons And Tie” selesai ditayangkan, acarapun ditutup dengan sesi tanya jawab antara para jurnalis dengan duo Santamonica, Iyub dan Anindita. Di kesempatan ini, Anindita sempat menjelaskan tantangan terbesar baginya dalam pembuatan video ini adalah melakukan gerakan tarian dengan baik dan benar dengan waktu latihan yang minim. Ia juga menjelaskan arti dibalik lagu “Ribbons And Tie” yaitu menjalani hidup dengan dengan cara kita sendiri, seperti yang tersirat di bait “we’re running so fast in order to stay, we don’t need fairytales, we’d do it our way.”

Video “Ribbon And Tie” sendiri direncanakan akan tayang di beberapa stasiun televisi daerah dan nasional pada akhir bulan Maret 2008.

Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.