Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

Peter Basuki

Inspirasi untuk memilih profesi sebagai promotor, adalah saat menyaksikan konser Rolling Stones di belakang rumah tante saya tahun 1969!

peter1.jpg Pria yang selalu tampil elegan ini terlihat sangat antusias saat Clearafterhours berkunjung ke kediamannya yang begitu nyaman di Apartemen Daksa, Jakarta Selatan (18/03). Dia bercerita tentang kendala dalam mendatangkan Diana Ross, kesulitan yang ia hadapi saat Tina Turner ‘melarikan diri’ di hari kedua konsernya tahun 1976, dan keinginannya dalam waktu dekat. Simak interview kita dengan CEO Buena Productions ini, yang merupakan promotor musik pertama di Indonesia!

Sejak kapan Anda menggeluti profesi sebagai promotor?
Sekitar tahun 1969. Saat itu Koes Plus sedang sangat naik daun! Saya mencoba untuk menjadi promotor mereka, dan berhasil membawa band legendaris itu show keliling Indonesia. Setelah itu Deep Purple tahun 1975, di mana mereka mengadakan show 2 hari berturut-turut di stadion utama  Senayan. Setahun kemudian, saya mendatangkan Tina Turner.
Terinspirasi dari mana untuk memilih profesi ini?
Tahun 1969 saya sedang main ke rumah tante saya di Inggris. Kebetulan pada saat itu Rolling Stones sedang manggung tepat di belakang rumah tante saya itu. Mereka bermain di sebuah rumah yang halamannya sangat luas sekali! Kemudian saya pergi menyaksikan pertunjukan mereka. Saya begitu terpukau dengan aksi Mick Jagger yang tampil sangat maksimal dengan celana hipster merahnya yang fenomenal itu. Mungkin dari situ kali ya? Hahaha!
Saya dengar Tina Turner melarikan diri di hari kedua show-nya?
Benar. Tina tidak puas dengan sound yang kita berikan. Anda tahu sendiri, pada saat itu sound system yang berkualitas jumlahnya sangat minim sekali di negeri ini. Namun hal tersebut tidak fair bagi saya, karena tiket sudah sold out. Kita tuntut mereka untuk mengembalikan uang yang sudah saya berikan. Anda tahu apa yang terjadi? Semua panitia yang terlibat dicekoki minuman beralkohol semabuk-mabuknya oleh pihak management Tina setelah dia menyelesaikan show pertamanya . Kemudian keesokan harinya saya menerima laporan kalau Tina turner dan seluruh crew-nya telah check out dari hotel! Otak di balik semua itu adalah suami Tina yang juga bertindak sebagai manager dia. Tina begitu patuh dengan apapun yang diinginkan oleh suaminya, dan saya melihat langsung betapa tunduknya Tina sama dia. Dipukuli saja dia diam! Tina Turner adalah artis dengan kepribadian yang sangat labil, sementara suaminya adalah psychopat!
peter3.jpg Sedikit Flashback, perbedaan yang signifikan saat Anda mendatangkan artis luar sebelum dan sesudah stigma Indonesia di mata negara lain seburuk sekarang?
Dulu saya sangat mudah sekali mendatangkan  mereka. Mulai dari Deep Purple, Tina Turner, Paul Anka, UB 40, James Ingram, Air Supply hingga Korn begitu gampangnya kita datangkan. Selain itu mereka juga membutuhkan promo untuk tur di negara-negara Asia seperti Indonesia. Malah artis-artis luar itu cenderung berlomba-lomba untuk datang kesini.

Sekarang? Saya harus berusaha keras meyakinkan mereka agar mau konser di sini. Karena di mata mereka nama negara kita ini sudah sangat tercemar akibat bom Bali. Tapi saya punya counter team Buena Productions yang selalu keep in touch dengan pihak management mereka untuk menjelaskan bahwa Indonesia adalah tempat yang sangat aman untuk melakukan pertunjukan musik. Saya juga diuntungkan dengan membanjirnya konser artis-artis luar di Indonesia seperti Black Eyed Peas, Beyonce, My Chemical Romance, Switchfoot, Bjork juga event java Jazz kemarin. Dimana puluhan musisi jazz asing terkenal bermain dalam acara tersebut. Hal itu sangatlah membantu kita untuk melakukan sounding! Pemberlakuan travel warning bagi warga asing untuk berkunjung ke Indonesia benar-benar sangat merugikan!
Sepertinya hubungan Anda dekat sekali ya dengan artis-artis asing?
Hahahaha! Saya memang menjalin pertemanan dengan mereka yang pernah saya datangkan maupun yang akan saya datangkan. Sampai sekarang Tina Turner, James Ingram, Paul Anka, Jonathan Davis (vokalis Korn) masih sering berkomunikasi dengan saya, Tina yang paling sering curhat sama saya. Sebenarnya Duran-Duran itu pernah mau saya datangkan tahun 1981 saat mereka sedang sangat digemari oleh pecinta musik seluruh dunia. Malah saya sudah sempat jalan dan ngopi bareng dengan semua personil Duran-Duran di salah satu coffee shop dekat tempat tinggal Simon Le Bon.
Bagaimana dengan persiapan konser Diana Ross sendiri?
Sangat siap! Ini merupakan kali pertama sebuah event musik berskala international diadakan di hotel Ritz Carlton. Dia berjanji akan melakukan pertunjukan selama dua jam bagi para penggemarnya di Indonesia.
Ada permintaan yang agak aneh dari dia?
Ada sih beberapa hal yang mungkin agak sedikit merepotkan. Dia ingin dijemput 2 hari sebelum pertunjukan dengan limousine convertible, lalu dia meminta kamar hotel dengan nuansa serba putih,  tangga di panggung show dia, plus Diana tidak ingin ada press conference. Untuk sound system-nya sendiri, pihak management dia meminta yang berkapasitas 200.000 watt. Ini merupakan hal yang menurut saya cukup spektakuler untuk ukuran show indoor.
Apa yang akan dia berikan dalam pertunjukkannya nanti?
Dia akan memainkan semua lagu-lagu hits-nya secara maksimal plus akan ada pergantian wardrobe sebanyak 7 kali sepanjang pertunjukan.
Bagaimana ceritanya Anda bisa bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Tangan Nasional dalam mendatangkan dia, dan kenapa pilihannya jatuh terhadap Diana Ross?
Pihak Dewan Kerajinan Tangan Nasional (DKTS) yang meminta bantuan saya untuk mendatangkan mereka. Kenapa pilihannya Diana Ross? karena dia sangat menyukai hasil kerajinan tangan buatan negeri ini. Kebetulan DKTS juga mempunyai maksud untuk menggalang dana yang hasilnya akan disumbangkan untuk perkembangan kerajinan tangan di Indonesia. Tentu saja hal tersebut membuat Diana tambah senang.
Jadi sharing pembagian keuntungannya seperti apa?
Harga tiket untuk acara “An Evening with Diana Ross” ini adalah 10 juta, 5 juta, 3,5 juta dan 2 juta. Yang 10 Juta itu adalah hak untuk para pengurus DKTS, dimana hasil dari penjualan  tiket dengan harga tersebut itulah yang akan digunakan untuk  program amalnya. Sementara sisanya untuk Buena Productions. Sekedar informasi, event ini dilakukan tanpa sponsor sama sekali!
Rencana mendatang, siapa lagi artis yang akan Anda datangkan?
Yang sudah fix Andrea Bocelli, Josh Groban dan Sting Orchestra. Tadinya akhir Mei duet George Benson dan Al Jarreau sudah memastikan diri untuk konser di sini. Tapi karena George Benson sedang dalam proses recording, kita undur lagi waktunya. Saya sangat berharap bisa segera mewujudkan festival rock yang termegah di Indonesia.
Siapa saja band yang akan ada dalam festival rock tersebut?
Van Halen, Aerosmith dan Red Hot Chili Peppers. Mudah-mudahan saya juga bisa membawa Foo Fighters, Pearl Jam dan Radiohead. Untuk sekarang, venue dimana saya akan mengadakan pertunjukan itu adalah Ancol. Namun itu masih bisa berubah.
Ok pak Peter. Terima kasih banyak atas waktunya.
Sama-sama. Sampai ketemu nanti di konser Diana Ross ya.

2 Comments

#1 | bobbie .. 11:23 AM June 25, 2008

ok..
peter basuki !! gue rasa dia salah satu promotor musik di indonesia yang expert di bidangnya .. dan yang hebat menurut gue , dia mampu menjalin hubungan baik dengan band-band terkemuka di dunia . bisa diliat dari band-band yang pernah di datangkan nya ke indonesia .. kayak nya seru juga niyh.. klo ada biography tentang sejarah perjalanan profesi si om peter ..

#2 | rizalica 3:16 AM November 12, 2008

bung piter meski umur saya sudah 70Th...saya ingin menyaksikan konser obituary death metal di jakarta......kapan bisa di realisasikan bung.!!!!!!!!!

Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.