Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

RSS or Email Updates

In partnership with Citibank Indonesia logo

Mike Muliadro

Selain di layar lebar, wajahnya sering muncul di sebuah stasiun TV musik anak muda. Pria berdarah Arab-Banten ini bahkan ikut berperan dalam film indie lokal yang sengaja dipersiapkan untuk festival internasional. Diwawancara sehabis bangun tidur, Mike Muliadro menuturkan perjalanan kariernya dari awal hingga target yang ingin dicapainya kepada Adirama Gemmy.

Bagaimana awal karier Mike?
Saya mulai terjun ke dunia hiburan lewat film Virgin. Waktu itu kalau nggak salah saya kelas II SMA.
Selain akting, Mike juga menjalani profesi VJ. Bagaimana ceritanya?
Waktu itu 2007. MTV bikin private casting. Saya coba ikut. Dan, saya dipilih sebagai VJ tamu.
Apa perbedaan VJ-ing dengan akting buat Mike?
Basically, sama aja. Sama-sama seru. Cuma, mungkin, kalo VJ agak sedikit ‘bebas’. Maksudnya, VJ ‘kan lebih ke anak muda. Otomatis, kerjaannya jadi lebih nyantai dan blak-blakan. Berprofesi sebagai VJ bisa membuat Anda menjadi apa pun yang Anda inginkan.
Bagaimana dengan akting?
Kalau akting, mungkin, agak sedikit ‘terbatasi’. Mau sebebas apa pun memerankan satu tokoh, tetap saja harus mengacu pada script (skenario). Tapi, serunya, di film, saya ‘wajib’ mengeksplor karakter agar menjadi lebih hidup. Bahkan, tak jarang saya mewawancara orang yang saya anggap berkaitan dengan karakter yang akan saya perankan.
Wah, rupanya sejauh itu, ya, perjuangan untuk memerankan sebuah karakter?
Absolutely. Soalnya film ‘kan merupakan cerminan kehidupan. Di dalamnya bermain tokoh-tokoh yang berkonflik. Nah, tokoh-tokoh itu ‘kan seperti kita; berdarah dan berdaging. Di sinilah tugas penting seorang aktor untuk mengeksplor human behaviour.
Lantas, apakah Mike punya peran impian?
Wah, sudah sejak dulu saya ingin memerankan sosok setan iblis. Not literally setan yang ada di film-film horor, tapi lebih ke sosok antagonis. Seperti iblis yang menggoda manusia untuk berbuat jahat dengan rayuannya.
Dengar-dengar, Mike ikutan dalam film thriller berjudul Darah, ya?
Iya. Itu film indie yang sudah lama direncanakan. Hanya berdurasi sekitar 20 menit dan tidak diputar di bioskop-bioskop. Mungkin karena film itu termasuk sadis. Tapi, memang film itu direncanakan untuk ikutan festival di luar negeri.
Apa yang menjadi pertimbangan Mike ikut dalam sebuah film?
Pertama, naskah. saya benar-benar akan melihat bagaimana ceritanya. Meskipun itu bukan film komersial, tapi saya suka ceritanya, pasti saya ikut. Ya, seperti di film Darah itu.
Bagaimana Mike mengatur profesi sebagai VJ dan aktor?
Sebenarnya tak ada kesulitan berarti. Artinya, karier saya sebagai VJ justru mendukung karier saya sebagai aktor; dan sebaliknya. Tapi, memang saat ini saya sedang condong ke dunia film.
Lalu, bagaimana seorang Mike Muliadro mengisi waktu luang?
Wah, sekarang waktu saya terbagi empat: keluarga, pekerjaan, teman, dan pacar. Untuk keluarga, setiap minggu pasti ada family day. Untuk teman, bisa di sela-sela hari kerja. Sementara, untuk pacar, i think i dont need to explain, hahaha...
Terakhir, apa target Mike selanjutnya?
Saya ingin menjadi produser film. Tapi, sutradara juga boleh. Atau mungkin acting coach. Intinya, saya ingin menjadi orang di belakang layar.

Leave a Comment

RSS or Email Updates

Copyright © 2007-2010 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.