March 2008 Archives - Clear After Hours

Clear After Hours - Lifestyle Portal for Young Professional

March 2008 Archives

Jakarta Audio Video Exhibition 2008

By Nicko Krisna | Clear Notes

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 19, 2008

12-16 maret 2008 lalu diadakan JAVE (Jakarta Audio Video Exhibition) 2008 di Jakarta Convention Center. Acara ini menampilkan live performance by Andre Harihandoyo & Sonic People, Marche La Void dan thedyingsirens.

Ketiga band tersebut tampil sebagai ‘duta’ dari digital beat store, dimana ketiga band tersebut menjual lagu-lagu mereka secara digital di digital beat store.

Setelah ada klinik drums, Andre Harihandoyo & Sonic People membuka sebagai penampil pertama sekitar pukul 6 sore. Dengan format trio, mereka lebih banyak membawakan lagu orang lain daripada lagu sendiri, dengan pengaruh yang kental dari John Mayer, salah satu lagu dari John Mayer pun dimainkan oleh mereka.

Penampilan kedua adalah band Marche La Void. Beranggotakan 5 orang, mereka pun lalu memainkan 4 lagu sendiri dengan nuansa down tempo. Di lagu terakhir, sang vokalis berganti posisi dengan sang gitaris yang kemudian bernyanyi.

Penampilan terakhir ditutup oleh thedyingsirens, dengan membawakan 1 lagu lama dan 5 lagu baru. Dengan panggung yang besar dan ditempat pameran audio, seharusnya sound bukanlah sebuah hal yang menjadi penghalang untuk band-band tersebut bermain, sayangnya ternyata soundnya masih kurang bagus, suara yang keluar dari mic vocal beberapa kali pun terdengar kecil sekali.

Peter Basuki

By Nicko Krisna | Clear Profile

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 19, 2008

peter1.jpg Pria yang selalu tampil elegan ini terlihat sangat antusias saat Clearafterhours berkunjung ke kediamannya yang begitu nyaman di Apartemen Daksa, Jakarta Selatan (18/03). Dia bercerita tentang kendala dalam mendatangkan Diana Ross, kesulitan yang ia hadapi saat Tina Turner ‘melarikan diri’ di hari kedua konsernya tahun 1976, dan keinginannya dalam waktu dekat. Simak interview kita dengan CEO Buena Productions ini, yang merupakan promotor musik pertama di Indonesia!

Ex Vokalis Frente Kolaborasi Dengan Cokelat

By Nicko Krisna | Clear Notes

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 13, 2008
Angie Hart berkolaborasi dengan band Cokelat dalam lagu “Hardest Past” yang terdapat di album terbaru band asal Bandung ini yang berjudul “Panca Indera”. Album ini sendiri rencananya akan dirilis akhir bulan Maret. Menurut Ernest (gitaris), lagu ini akan sangat kental dengan nuansa rock yang dibalut oleh alat musik tradisional Indonesia seperti Gending Bali dan Rebab Sunda. Salah satu lagu mereka yang berjudul “Suara Kemenangan” juga akan dijadikan theme song Thomas Cup dan Uber Cup.

I just finished installing Movable Type 4!

By Rizky Syazuli |

  • March 12, 2008

Welcome to my new blog powered by Movable Type. This is the first post on my blog and was created for me automatically when I finished the installation process. But that is ok, because I will soon be creating posts of my own!

Nokia Wireless Adventure 2

By Adirama Gemmy | Clear Notes

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Klub malam yang biasa Anda datangi mungkin menjadi spot hang out favorit terbaru di Jakarta jika Anda ikutkan dalam kompetisi Nokia Wireless Adventure 2: Discover the Soul of the Night. Lewat kompetisi ini, Nokia menantang para ‘manusia malam’ untuk berlomba dalam mengabadikan, berbagi hiburan, serta kegiatan di lokasi-lokasi favorit masing-masing. Segera daftarkan diri di soulofthenight.nseries.com. Jelajahi kehidupan malam kota Anda dan sebarkan dengan Nokia! -gem

Bakrieland (Ikut) Goes Green

By Adirama Gemmy | Clear Goes Green

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Gencarnya kampanye tentang lingkungan dan keselamatan Bumi akhir-akhir ini, “memaksa” perusahaan-perusahaan besar lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satunya adalah PT Bakrieland Development. Perusahaan yang bergerak di bidang real estate, properti, dan penyewaan bangunan ini meluncurkan program ‘Bakrieland Goes Green’—program pengembangan proyek properti hijau dan sehat. Komitmen ini mereka wujudkan dengan menerapkan prinsip green architecture, green operation, dan green attitude.

Untuk green architecture, Bakrieland mendesain semua produknya secara ramah lingkungan. Sementara, green operation mengoperasikan unit-unit yang ramah lingkungan dalam setiap manajemen kawasan dan gedung Bakrieland, sedangkan Green attitude merujuk kepada budaya perusahaan ini, yang dituntun ke arah kepedulian lingkungan kepada semua karyawannya.

Selain itu, Bakrie Nirwana Semesta (BNS)—unit usaha Bakrieland untuk pengembangan hotel dan resort—juga telah memiliki 3 program untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, yaitu recycle paper, ecotourism, dan eco-landscape.
 
Program recycle paper adalah pendaur-ulangan kertas bekas, yang setiap hari dihasikan BNS, oleh Yayasan Sekar menjadi aneka produk lanjutan yang akan dibeli kembali oleh BNS sebagai bagian dari hotel amenities.
Program ecotourism merupakan program wisata yang formatnya bertanggung jawab pada area alam dan budaya yang masih alami.

Sementara, eco-landscape merupakan format aktivitas lansekap yang bertanggung jawab terhadap potensi dan keaslian alam sekitar.
 
Apa yang tengah dilakukan oleh Bakrieland melalui program ini adalah bukti komitmen mereka dalam menerapkan prinsip-prinsip green policy dalam setiap proyek yang mereka kembangkan. Semoga perusahaan-perusahaan lain menyusul langkah mulia ini. -gem

Reverberation @ D'Lux Samarinda

Clear Nightlife

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Spinach Records merayakan ulang tahun kelima dengan menggelar event Reverberation di beberapa kota di Indonesia. Event pertama digelar di D’Lux Samarinda dengan menghadirkan DJ Riri dan DJ Bone plus MC Giri pada Jumat, 22 Februari lalu. Gimmick-gimmick berupa kaos bertuliskan Reverberation dan CD mixtape dari Riri dan Bone pun dibagi-bagikan. Malam itu, Moist Barbie Dancer dari Bandung turut memanaskan dance floor. -oqh


Hottest Party of A Lifetime @ Amnesia Bandung

Clear Nightlife

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Chivas hadir di tengah-tengah clubbers sejati Bandung pada 23 Januari 2008. Sebuah party dengan tema Hottes Party of A Lifetime ini berlangsung di Amnesia. Clubbers tidak hanya terhibur dengan penampilan DJ, tapi juga model-model yang didatangkan khusus dari Jakarta untuk melakukan pertunjukan kabaret musik. Teddy Harris sebagai koreografer menyuguhkan sejumlah busana casual. Kemeriahan party mencapai puncaknya saat DJ Milinka, yang kali ini hadir di booth bersama MC Flash, tampil. -oqh


Agrikulture "New Day" Launch Party

Clear Nightlife

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Score Citoz pada Jumat, 15 Februari 2008, ramai dengan digelarnya “New Day” Launch Party. Acara ini merupakan peluncuran single kedua, New Day, oleh Agrikulture feat. Tika. Agrikulture—Anton Wirjono, Hogi, Aditya, Fandy, Emil Pahlevi, dan Dipha—berhasil membangkitkan semangat penonton. Edo Wallad dengan lagu Disko di Rumah melengkapi penampilan band beraliran house pop psychedelic ini. -ad


Salman Aristo - Penulis Skenario Film

Workforce

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Kecintaan yang Luar Biasa Terhadap Menulis dan Film

bumper:
Akhirnya, bioskop kita tidak lagi didominasi film-film luar negeri. Judul film berbahasa Indonesia kini silih berganti terpampang di gedung-gedung Cineplex. Simak perbincangan Syahida Taher dengan Salman Aristo, penulis skenario film

Ceritakan awal ketertarikan Anda di dunia film.
Sejak umur 5 tahun. Persis ketika pertama kali diajak ke bioskop. Setelah itu, saya menggilai film. Sampai akhirnya saya menemukan kalau ternyata saya juga bisa menulis untuk film. Dan, makin ke sini saya makin sadar kalau film adalah medium seni yang sangat lengkap menangkap dinamisasi dunia.
Kapan mulai terlibat dalam sebuah produksi film?
Awalnya ketika menjadi tim cerita film 30 Hari Mencari Cinta. Setelah itu, baru mulai menulis langsung sebagai penulis skenario.
Belajar menulis skenario dari mana?
Otodidak. Belajar dari buku dan film tentunya.

Seperti apa bentuk sebuah naskah film?
Skenario adalah story told by moving pictures. Jadi, bahasanya adalah bahasa visual. Membuatnya dengan kesadaran. Ini adalah arena visual. Itulah yang membedakan skenario film dengan naskah teater, misalnya. Bentuknya pun khas. Ada scene yang berisikan deskripsi ruang dan waktu, gerakan, dan ada dialog.

Apakah skenario Anda berhak diutak-atik oleh produser/sutradara?
Dalam proses developing film ada yang namanya triangle system. Di situ, skenario digodok dan dimatangkan oleh produser, sutradara, dan penulis. Jadi, bukan diacak-acak, tapi dikembangkan menjadi lebih baik.
Apakah ada sistem royalti, seperti pada novel?
Kalau di Hollywood sepertinya ada. Tapi, kayaknya buat penulis-penulis besar aja. Semuanya tergantung negosiasi. Kalau di sini, setahu saya belum ada yang dapat royalti. Setau saya, lho.

Bagaimana prospek seorang penulis skenario di masa perfilman Indonesia yang sedang bangkit seperti sekarang?
Lumayanlah sebagai sebuah profesi. Yang masih perlu ditingkatkan justru kesadaran penulis skenario terhadap hak-hak mereka. Sekarang, kebutuhan untuk terbentuknya asosiasi cukup tinggi.
Berapa banyak koleksi film Anda? Yang mana yang masuk Top 5?
Baru sekitar 800-an. Top 5? Saya lebih senang menyebut kreatornya. Antara lain film-filmnya Akira Kurosawa, Stanley Kubrick, Wong Kar Wai, Asrul Sani, Teguh Karya, Woody Allen, Richard Linklater, Abbas Kiarostami, dll. Masih banyak lagi. Banyak orang hebat di dunia sinema.
Apa tips untuk menjadi penulis naskah film?
Yang paling pokok adalah kecintaan yang luar biasa terhadap menulis dan film. Bisa juga dengan sekolah khusus. Sekarang, banyak sekali situs atau informasi tentang penulisan film.

Box:
Nama Lengkap: Salman Aristo
Tanggal Lahir: 13 April 1976
Pendidikan: Jurnalistik UNPAD
Filmografi:
Features
Screenwriter
- Brownies, Sinemart, 2004
- Catatan Akhir Sekolah, Rexinema, 2005
- Cinta Silver, Rexinema, 2005
- Jomblo, Sinemart, 2005
- Alexandria, Rexinema, 2005
- Ayat-Ayat Cinta, MD Entertainment, 2007
- Karma, Elang Perkasa Film, 2007 [on progress]
- kambingjantan.com, Vito Production, 2007 [on progress]
- Laskar Pelangi, Miles, 2007 [on progress]
- Hari Yang Baik Untuk Amanda, Inter Film, 2008 [on progress]
- Garuda di Dadaku, Salto, 2008 [on progress]
- Super Pelangi, Salto, 2008 [on progress]
Storywriter
- Asmara Dua Diana, Winmark Pictures, 2008 [on progress]
- Party Prita, Winmark Pictures, 2008 [on progress]

Awards:
- - Indonesia Film Festival 2005, Nominee for Best Screenplay of Brownies
- - Indonesia Film Festival 2006, Nominee for Best Adaptation Screenplay of Jomblo
- Hubert Bal’s Foundation 2006, Feature Length Script Competition Winner with Swimmer and Daughter Story.





Books Review Clear 24

Clear Reviews

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
The 4-Hour Workweek
Timothy Ferriss
Rp220.000
Buku ini merupakan jawaban atas pertanyaan: bagaimana menjadikan pekerjaan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, alih-alih justru mendominasi hidup kita. Pilihan tanpa batas menunggu Anda setelah membaca buku ini.

The Logic of Life
Tim Harford
Rp216.000
Buku ini membantu pembaca lebih mudah memahami ekonomi dengan cara menyenangkan. Konon, Oprah Winfrey mempertimbangkan kembali rutinitasnya setelah membaca karya ini.

Leadership Brand
Ulrich and Smallwood
Rp360.000
Buku wajib bagi Anda yang konsern terhadap kepemimpinan. Ulrich dan Smallwood fokus pada proses dan leadership brand yang membangun sebuah kepemimpinan.

The Gospel of Food
Barry Glassner
Rp165.000
Glassner melakukan wawancara dengan chef-chef kenamaan serta para penulis dan kritikus makanan. Buku ini mempertanyakan kembali ‘mitos’ tentang makanan dan kebiasaan makan dalam masyarakat.

Think ASEAN!
Kotler, Kartajaya, Hooi
Rp222.000
Think ASEAN! mengupas bagaimana seharusnya perusahaan-perusahaan melihat ASEAN sebagai sebuah pasar tanpa batas yang menuntut strategi pemasaran yang berbeda-beda.


CD Review Clear 24

Clear Reviews

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Simak rekomendasi album-album baru dari Clear untuk menemani Anda menyelesaikan pekerjaan.

Michael Jackson-Thriller 25
Dalam perayaan 25 tahun album itu, Michael memasukkan tujuh lagu baru, enam di antaranya belum pernah dirilis.

Simple Plan-Simple Plan
Album ketiga Simple Plan ini memuat pernyataan bentuk seni mereka, sekaligus mengindikasikan bahwa kuintet asal Montreal ini semakin dewasa.

Ravonettes-Lust Lust Lust
Duo Danish ini tetap mempertahankan keunikan serta kombinasi pop seksi dan rock n’ roll, yang menjadikan mereka anak kesayangan para kritikus.

Kula Shaker-Strange Folk
Setelah hilang selama enam tahun, Kula Shaker kembali dengan Strangefolk. Coba simak Die for Love yang bernuansa rock ballad.

Janet Jackson-Discipline
Disiplin (sebagai konsep maupun gaya hidup) ala Janet merupakan tema yang mengikat semua lagu dalam album ini.

Goldfrapp-Seventh Tree
Album ini menyatakan bahwa Goldfrapp semakin kekeuh dengan elektroniknya. Coba saja dengarkan A&E.

The Black Crowes-Warpaint
The Crowes akhirnya meredakan dahaga fans mereka yang telah lama menunggu sejak album terakhir Lions. So, enjoy it.

Peter Cincotti-East of Angel Town
Ini merupakan album perdana tanpa campur tangan Concord. Pastinya sangat membuat penasaran para fans-nya.

Morcheeba-Dive Deep
Album organik yang ditulis Morcheeba dengan beberapa vokalis tamu. Hasilnya adalah keragaman musik yang membuat Morcheeba layak diperhitungkan.

Sean Costello-We Can Get Together
Sembilan dari 11 lagu di album ini merupakan karangan Sean. Persentase terbesar jika kita lihat album-album penyanyi asal Atalanta ini sebelumnya.

Film & DVD Review Clear 24

Clear Reviews

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Now and Then
Dengan setting tahun 70-an, empat remaja tanggung menghabiskan musim panas bersama-sama. Mulai dari bersepeda sampai menyelidiki kematian seseorang.

The Sisterhood of the Traveling Pants
Empat orang sahabat berpisah. Namun, tetap berhubungan melalui sebuah jeans yang dipakai bergiliran. Ajaibnya, ukuran jeans itu pas dikenakan masing-masing.

The Sweetest Thing
Untuk menghibur Jane, Christina dan Courtney membawanya ke sebuah club. Tapi, malah Christina yang bertemu Mr. Right. Mereka pun melakukan perjalanan untuk mengejar pria tersebut.

Chasing Amy
Holden dan Banky, pembuat komik yang bersahabat selama 20 tahun. Suatu ketika, pembuat komik bernama Alyssa memasuki kehidupan mereka. Persahabatan mereka hampir hancur, andai saja Alyssa bukan penyuka sesama jenis.

Top 5 New Release Movies

1. There Will Be Blood
Daniel Day-Lewis menggondol Oscar untuk ‘Best Actor’ dalam film ini.
2. Vantage Point
3. The Spiderwick Chronicles
4. Definitely, Maybe
5. Be Kind Rewind

Cameron Diaz - Best Dressed
Pada malam Oscar, 24 Februari lalu, Cameron Diaz dianugerahi ‘Best Dressed’ oleh Majalah People, berkat gaun bustier pink pucat Dior rancangan John Galliano, perhiasan Bvlgari, clutch Roger Vivier, dan make-up minimalis.


8 Ways To Make Great Corporate Anniversary Party

Clear Ways

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008
Ketika Anda dipercaya sebagai panitia perayaan ulang tahun perusahaan, tentu Anda tidak ingin acara tersebut berjalan membosankan, bukan? Agar menjadi kenangan tak terlupakan, terapkan tips-tips berikut.

1. Planning and budgeting. Untuk membangkitkan semangat tim, ada baiknya dua hal ini dilakukan oleh para karyawan perusahaan sendiri. Libatkan semua komponen yang kredibel untuk membantu.

2. Pilih tema yang sesuai dengan profil perusahaan. Misalnya, gambarkan secara visual perjalanan perusahaan dari pertama berdiri sampai sekarang. Hal ini akan menjadi nostalgia bagi karyawan lama, sekaligus menginspirasi karyawan baru untuk bekerja dengan komitmen.

3. Memilih musik. Satu elemen penting yang mampu membuat pesta lebih gempita. Pilih musik sesuai tema. Lalu, pilih apakah yang cocok itu seorang DJ atau band live.

4. Waktu. Orang-orang di kantor tidak selalu memiliki timeline yang sama. Mungkin ada yang berkepentingan dengan anak karena sudah berkeluarga, atau yang punya seluruh waktu karena masih single.

5. Dress-code. Tetapkan dress-code yang mudah diikuti atau warna yang identik dengan logo perusahaan Anda. Jangan lupa, sesuaikan dengan tema.

6. Venue. Pilih tempat yang mudah diakses. Kenyamanan dan kapasitas harus sesuai dengan undangan. Pertimbangkan tempat terbaik agar sesuai dengan konsep dan budget tentunya.

7. Food and Beverages. Perut adalah jalan menuju ke hati seseorang. Hal ini ternyata tidak hanya terbukti dalam relasi perempuan dan laki-laki, tapi juga pegawai dan perusahaan. Good food to your employee and it also good for your company.

8. Sosialisasi pesta. Tambahan reward buat pegawai berprestasi atau hal-hal konyol, misalnya ‘karyawan paling takut istri’ dan lain-lain, akan membuat pesta jadi menarik.

Mike Muliadro

Clear Profile

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008

Selain di layar lebar, wajahnya sering muncul di sebuah stasiun TV musik anak muda. Pria berdarah Arab-Banten ini bahkan ikut berperan dalam film indie lokal yang sengaja dipersiapkan untuk festival internasional. Diwawancara sehabis bangun tidur, Mike Muliadro menuturkan perjalanan kariernya dari awal hingga target yang ingin dicapainya kepada Adirama Gemmy.

(The Real) Friends and The City

Clear Feature

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 12, 2008

"Sahabat Jakarta" menjadi sapaan yang dua tahun terakhir kerap saya ucapkan saat membawakan program Friends N The City di salah satu stasiun televisi. Sapaan tersebut memang saya maksudkan dari hati untuk menyapa para sahabat yang bukan sekadar teman atau orang baru yang saya kenal.

Para Sahabat Jakarta ini menjadi sahabat diskusi yang berbagi inspirasi mereka mengenai masalah hidup sehari-hari. Bahkah, ada satu episode berjudul Nurturing Friends yang membahas fenomena susahnya menjaga dan memelihara persahabatan dengan dinamika kehidupan di kota besar, seperti Jakarta.

Ironisnya, di saat saya mendapatkan banyak hal baru dalam ruang obrolan antarsahabat di layar kaca tersebut, saya juga mendapatkan banyak SMS berisi keluhan dari sahabat-sahabat di dunia nyata saya—yang sudah hampir tidak pernah bertemu lagi atau bahkan SMS-nya jarang terbalaskan. Isi SMS-nya, mulai dari yang masih terasa ada perhatiannya, atau mulai dibumbui sindiran, sampai tamparan blak-blakan:

Segitu sibuknya, Pak!
Ke mana aja loe?!
Duh, susahnya nyari loe!
Masih idup loe?
Apa harus bikin janji dulu buat sekadar ngobrol sama loe?!

Dan, yang paling juara adalah SMS dari sahabat saya yang bukan bertanya “Are you OK?”, tapi “Are we OK?”

Saya sempat berpikir lama untuk mencerna SMS tersebut. Kemudian, saya putuskan menelepon sang pengirim. Rupanya, SMS tersebut ditulis karena dua SMS sebelumnya tidak dibalas oleh saya. Dia pun berpikir ada sesuatu di antara kami. Hmm...

Artikel ini sebetulnya lebih sebagai self-talk, dalam upaya untuk lebih memahami apa yang terjadi sebenarnya. Di satu sisi, saya memang berupaya sebisa mungkin menjadi sahabat berbagi dan berdiskusi untuk banyak orang melalui media. Namun, kenyataan di sisi lainnya, saya sendiri sudah (merasa) tidak punya waktu lagi untuk ngopi dan ngobrol santai bersama sahabat-sahabat saya.

Awalnya, saya menganggap ini hal yang wajar, dan bukan masalah besar. Namun, kemudian saya juga menyadari bahwa keyakinan tersebut bisa salah dan memiliki dimensi lain, yang baru saya pahami.

Pertama, saya pikir yang namanya sahabat pasti akan mengerti kondisi sahabatnya. Jadi, kalau saya tidak membalas SMS, saya pikir sahabat saya akan memahaminya. Paling tidak (saya berpikir dan berharap) mereka akan menduga-duga dengan sendirinya bahwa saya tidak sempat membalas. Saat saya menulis artikel ini, saya tersadarkan bahwa pengertian ‘antarsahabat’ seharusnya datang dari kedua belah pihak. Si sahabat pasti juga berpikir dan berharap bahwa sudah semestinya SMS-nya dibalas. Mungkin memang tidak perlu sampai satu SMS berbalas satu SMS. Namun, paling tidak upaya untuk saling memahami datang dari kedua pihak.

Kedua, awalnya saya sangat percaya bahwa sahabat sejati adalah sahabat yang tidak lekang oleh zaman. Jadi, walau sudah lama tidak ada kontak, perasaan dan tingkat kedalamannya tidak akan berubah. Kesalahan besar saya yang kedua ini terkait dengan ‘meng-eksak-kan’ manusia beserta hubungan yang ada di antara manusia itu. Siapa yang bisa memastikan bahwa persahabatan tidak akan berubah walau tidak kontak sekian lama? Beberapa hubungan persahabatan mungkin benar demikian, namun ada juga yang tidak. Kalau memang ternyata persahabatan tersebut ‘bubar jalan’ karena tidak pernah ada kontak, apakah dengan entengnya kita lantas bilang, "Oh, ternyata dia bukan sahabat sejati saya”?

Ketiga, persahabatan akan lebih menyenangkan buat saya bila dilakukan karena keinginan, bukan keharusan. Namun, saat saya tidak memaksa diri untuk menyempatkan membalas semua SMS yang masuk, keinginan sahabat-sahabat saya untuk meneruskan persahabatan juga bisa saja ‘bubar jalan’. Bila demikian, filosofi Harus versus Ingin yang selama ini saya dengung-dengungkan bisa saja ‘bermutasi’ menjadi harus melakukan sesuatu karena ingin mempertahankan hal-hal yang lebih besar lagi. Jadi, bisa saja keharusan untuk membalas SMS disebabkan keinginan untuk menjaga hubungan persahabatan. Tantangannya, tinggal bagaimana melakukan sesuatu yang ‘harus’ tersebut tanpa terkesan terpaksa dan basi.

Keempat, konon hidup dipenuhi banyak pilihan. Jadi, apakah saya memilih untuk kehilangan sahabat-sahabat saya? Dengan lugas saya jawab, “Tidak!” Bukan karena saya serakah dengan menginginkan semuanya dalam hidup saya, namun saya sangat sadar bahwa kehadiran sahabat sangatlah berarti. Jika demikian, apakah saya egois dengan tidak mau kehilangan sahabat, namun juga tidak berupaya mempertahankannya?

Enam ratusan kata sudah saya tuliskan di atas. Saat saya baca kembali, saya jadi berpikir, apakah saya think too much? Buat Anda yang tidak bermasalah dalam membangun dan menjaga persahabatan, bisa saja menganggap saya berlebihan. Namun, buat yang mengalami seperti yang saya alami, Anda bisa merasakan bahwa hal-hal tersebut bukan menjadi sesuatu yang sepele untuk diberi perhatian.

Daftar jejaring kerja dan kenalan saya bisa saja berderet selama setahun terakhir. Dan, saya bisa menyebutkan sekian banyak nama yang memang terkenal di mata banyak orang. Namun, apakah saya kemudian merasa lebih berbahagia menjalani hidup di kota besar, seperti Jakarta ini, dengan memproklamasikan bahwa saya kenal nama-nama besar tersebut? Dengan segenap respek saya pada mereka-mereka yang telah punya ‘nama’, saya tahu pasti bahwa ada sejumlah nama yang menduduki ‘posisi-posisi’ penting dalam hidup saya. Mereka-mereka itu adalah orang-orang yang tetap ada di saat saya susah, orang-orang yang bisa membuat saya tertawa, dan orang-orang yang membuat saya merasa berarti.

Dan, semakin tersadarkanlah saya bahwa yang namanya persahabatan bukanlah sekadar memiliki orang-orang tersebut dalam hidup kita, namun juga berupaya agar kita berada dalam daftar orang lain; entah sebagai si shoulder to cry on, si pelawak, si penyimpan rahasia, ‘si gokil’, atau lain-lainnya.

Saya paham sekarang. Maafkan saya sahabat-sahabatku, dan terima kasih untuk telah berada dalam daftar penting saya. Bukan menjadi satu keharusan untuk saya juga bisa berada dalam daftar kalian, namun menjadi satu keinginan.

Alexander Sriewijono - yang berusaha menjadi sahabat yang baik buat para sahabatnya.

Screening Video "Ribbons and Tie" Santamonica

By Nicko Krisna | Clear Notes

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 11, 2008

Sebuah video klip biasanya dibuat sebagai alat promosi sebuah album, biasanya dengan menampilkan sebuah single yang diandalkan. Hingga kini, cara ini masih dianggap sebagai salah satu metode paling ampuh untuk merengkuh pasar yang luas. Sayangnya, akhir-akhir ini acara yang menayangkan video klip di televisi semakin sedikit dengan jam tayang yang yang juga kian minim. Disisi lain, band-band dan musisi baru kian banyak bermunculan dengan video klip masing-masing, bersaing dengar musisi lama yang sudah eksis.

Santamonica, yang baru tahun lalu merilis album “Curiouser And Curiouser” baru saja menyelesaikan video klip untuk single kedua mereka “Ribbons And Tie”. Untuk menarik perhatian publik, pada tanggal 5 Maret 2008, band yang bernaung dibawah bendera Sinjitos Records ini melakukan pemutaran perdana video klip terbaru mereka di Blitz Megaplex yang disaksikan sejumlah jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik.

Video klip “Ribbons And Tie” ini memang istimewa. Disini, Santamonica mencoba melakukan beberapa hal yang mungkin belum pernah dilakukan oleh band-band lokal lain. Diambil menggunakan kamera 35mm dengan pengambilan gambar one take, video klip garapan sutradara Dibyokusumo ini menampilkan aksi koreografi teatrikal yang didukung oleh 40 orang talent dari SMU Tarakanita I, dimana aula sekolah tersebut juga dijadikan sebagai lokasi syuting. Bahkan, acara screening video klip sendiri bisa jadi baru pertama kali dilakukan oleh sebuah band lokal.

Acara dibuka jam 12.15 WIB oleh penampilan live Santamonica di dalam gedung bioskop selama kurang lebih setengah jam. Dilanjutkan oleh sesi perkenalan dengan sang sutradara, Dibyokusumo dan kru pendukung seperti Ewo (art director) dan Canari (koreografer) yang diselingi pemutaran video behind the scene pembuatan video klip “Ribbons And Tie.” Dalam sesi ini, Dibyo menjelaskan dia mendapat inspirasi untuk klip ini dari rekaman video keponakannya, dan ia ingin menterjemahkan kenaifan a la anak-anak di rekaman tersebut dengan menggunakan talent yang tidak berpengalaman dan setting yang sederhana namun efektif.

Selepas klip “Ribbons And Tie” selesai ditayangkan, acarapun ditutup dengan sesi tanya jawab antara para jurnalis dengan duo Santamonica, Iyub dan Anindita. Di kesempatan ini, Anindita sempat menjelaskan tantangan terbesar baginya dalam pembuatan video ini adalah melakukan gerakan tarian dengan baik dan benar dengan waktu latihan yang minim. Ia juga menjelaskan arti dibalik lagu “Ribbons And Tie” yaitu menjalani hidup dengan dengan cara kita sendiri, seperti yang tersirat di bait “we’re running so fast in order to stay, we don’t need fairytales, we’d do it our way.”

Video “Ribbon And Tie” sendiri direncanakan akan tayang di beberapa stasiun televisi daerah dan nasional pada akhir bulan Maret 2008.

Under The Blacklight - Sajian Album Brilian Dari Rilo Kiley

By Nicko Krisna | Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 11, 2008

rilo kiley clearBand asal Los Angeles yang mempunyai begitu banyak penggemar fanatik ini, menawarkan tone music dengan pondasi pop amerika yang dibalut nuansa indie Inggris dalam karya-karya-nya. Di album ke-4 mereka yang bertajuk “Under The Blacklight” ini secara habis-habisan mereka membongkar segala macam akar genre ke dalam-nya. Jenny Lewis (vokal, keyboard, gitar), Blake Sennett (gitar), Pierre de Reeder (bas) dan Jason Boesel (drum) berhasil menohok kebiasaan pola patron standar ideal yang sering diterapkan band-band sejenis.

Seperti telah kita ketahui, banyak band yang terlalu mempertahankan sisi konsep yang stagnan dan masal dalam setiap albumnya. Sementara Rilo Kiley mampu meleburkan semua kehendak yang diinginkan masing-masing personilnya untuk konsep musik-nya. Mereka berhasil menciptakan karya yang original tanpa terbebani asupan logika majemuk ini itu. Musik Rilo Kiley benar-benar terdengar meluncur begitu saja tanpa hambatan yang bisa mengkotak-kotakan sajian musik mereka.

Band yang bersahabat kental dengan petinggi-petinggi musik brilian dan menyenangkan seperti almarhum Elliott Smith, Conor Oberst (Bright Eyes), Death Cab For The Cutie dan The Postal Service ini menyuguhkan pesona yang begitu berkasta dan sangat berkualitas, baik dari sisi lirik maupun instrumen-nya mereka mampu menghadirkan sebuah penyegaran yang sungguh terampil. Beberapa kejeniusan masa kini mereka hamburkan dalam track-track seperti “Silver Lining” yang mengungkap keresahan Jenny Lewis, “Close Call” di mana ayunan gitar-nya menyengat otak kiri kita dengan rentetan sound crunch-nya, “The Moneymaker” mampu memanjakan keinginan kita untuk menyenandungkan lagu ini secara terus menerus berkat formula pop eropa 80-an akhir yang begitu fantastis dengan padu padan indie folk khas Amerika.

“Breakin Up” menonjolkan dub dan timbre tinggi Jenny yang sungguh loveable, sementara “Under The Blacklight” mereka memainkan nada sederhana dengan kelas mutu yang sungguh tidak main-main serta “Dreamworld” yang menghadirkan sulur gitar ajaib dan layer vokal yang teramat menakjubkan. Dua track terfavorit saya adalah “Dejalo” yang mengungkap Spanish pop dengan guyuran indie rock era 97-an dan lagu “Give a Little Love” dimana disana terdapat aroma Debbie Gibson yang berbaur bersama aroma Fans Club dengan imbuhan James era album awal. Memuaskan!

In Rainbows - Cara Radiohead Melindungi Umatnya

By Nicko Krisna | Clear Reviews

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 10, 2008

cover radioheadMungkin berita Radiohead memutuskan kontrak dengan EMI sudah terlalu basi untuk dibahas. Yang pasti album studio ke 7 ini akhirnya dijual sendiri oleh mereka setelah Thom Yorke, Jonny Greenwood, Colin Greenwood, Ed O Brien dan Phil Selway membebaskan siapapun untuk membeli album ini melalui media digital download berapapun harganya. Album ini seperti sebuah penyempurnaan dari album-album band asal Inggris ini sebelumnya. Dimana segi penggarapan aransemen dan penataan sound yang dikuas terasa sekali atmosfir seni-nya. Bukan hanya sebuah lagu, karya-karya mereka yang ada di album ini melebihi arti dari sebuah lagu maupun musik.

“15 Step” membawa kita ke sebuah senja dimana Radiohead dengan lepasnya menumpahkan kedewasaan dan eksplorasi nan jenius sehingga kita merasa band ini adalah nabi-nabi yang diutus untuk memberitakan bahwa surga itu memang rancu. “Bodysnatchers” menggerus kepiawaian gitar Jonny dan Ed O'Brien dalam meramu sebuah sinonim kekacauan yang diindahkan oleh gerapan mereka berdua. Sementara “Nude” mengalunkan sayatan dan raungan malaikat yang sedang mengalirkan air matanya bagi mereka yang membutuhkan kekuatan untuk tetap bertahan dalam kegelapan. “Weird Fishes / Arpeggio” adalah sebuah ekspetasi yang saya harapkan selama ini. Memburai pewarnaan bumi menjadi pekat dengan petikan mematikan yang tiada henti ditambah gemuruh Thom dalam membumbungkan kekhawatirannya terhadap dia sendiri.

Jangan coba untuk mendengarkan track “All I Need” bila Anda tidak ingin terbius pemaksaan Thom untuk berasumsi bahwa bumi bukanlah tempat yang layak untuk ditempati. “Jigsaw Falling Into Place” adalah sebuah lagu organik yang teramat cerdas dan memukau. Radiohead seperti melakukan monolog yang ingin menyampaikan pesan tersirat gabungan dari malaikat, setan, dan Tuhan. Bahwasanya ketiga unsur tersebut juga ingin mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari umatnya.

Alone - The Home Recordings of Rivers Cuomo

By Nicko Krisna | Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 6, 2008

rivers cuomo Song Writer dan frontman Weezer ini membuat sebuah album yang sangat mentah berisikan karya-karya yang ia buat dari tahun 1992 sampai dengan 2007. Dengan menggunakan alat rekam Tascam 688 yang ia mastering melalui Dell Laptop miliknya ia memproduksi lagu-lagu ciptaannya dengan hasil yang bisa dibilang benar-benar seadanya.

Album ini seperti menceritakan biografi seorang Rivers Cuomo yang jalan hidupnya terbilang cukup aneh untuk ukuran musisi dunia sekelas dia. Di mana dia pernah mengucilkan diri dari peradaban selama beberapa tahun masa vakum Weezer. Jika didengar dari hasil audio, album ini jauh dari sempurna. Namun tetap ada sisi ajaib dan unik yang tidak bisa kita temukan dalam CD yang wajar dalam materi album ini. Tidak ada aransemen yang dibuat-buat, semua track mengalir dengan baik dan meluncur begitu lepas.

Kelebihan album ini adalah materi yang dibuat sangat seadanya. Mulai dari suara gitar yang buram, mike karaoke yang digunakan untuk take vokal, sampai dengan keterbatasan teknik permainan drum. Senang rasanya mendengarkan album seperti ini. Saya sendiri menyukai hampir keseluruhan track yang ada di album ini. Terutama “Chess”, “Longtime Sunshine”, “Blass Off”, “Dude, We’re Finally Landing” dan “Superfriend”.

Sungguh mentah dan mengenyangkan! Berharap kejujuran yang dilakukan Rivers Cuomo dapat diikuti musisi lain yang sudah mulai muak dengan keinstanan yang dipermudah oleh teknologi digital. Weezer adalah Cuomo, dan dia adalah seorang professor musik yang karya-karyanya akan selalu menggenang dalam memori kita.

The World Is Yours - Birama Menghanyutkan Ian Brown

By Nicko Krisna | Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 5, 2008

ian brown clear.jpg Pemuka musik Inggris ini seperti tidak pernah kehabisan akal untuk terus bereksplorasi melalui karya-karya ajaibnya. Banyak sekali notasi extra ordinary dan spektakuler ia besut ke dalam album solonya yang ke-5 ini. Ian Brown mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi setiap lagu-lagunya. Ia juga berhasil memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam album “The World Is Yours” ini. Di mana setiap track memberikan sensasi yang berbeda dari segi tata aransemen maupun gimmick-gimmick terselubung terapan Mr. Brown untuk menguapkan karakter vokal dia yang membius. String Section yang ia umbar dalam setiap lagu di album ini mampu menjadi ornamen maha penting dan menjanjikan sebagai trade mark dia di kemudian hari nanti. Bagaimana tidak? Deruan string itu terus membayangi pikiran dan membawa halusinasi kita menuju wilayah sentimental di sebuah planet cantik yang bersembunyi di antara arus-arus negatif implicit dataran antariksa lainnya.

Lagu “The World Is Yours” membuka perjalanan album ini dengan birama yang sungguh menghanyutkan. Seperti berkelana di tengah belantara jalan-jalan utama tempat para kaum hippie bercengkerama dengan stock ‘barang-barang memabukkan’ milik masing-masing. Balutan gitar Steve Jones dan derapan drum Paul Cook (Sex Pistols) dalam lagu “Sister Rose” menerobos pola pakem yang tidak wajar. Di mana perpaduan cello dan sound gitar yang begitu heavy di nada-nada rendah membuat track tersebut menggerinda pendengaran kita dengan sangat tajam! Power yang dikemukakan Paul bisa mendera insting, sehingga semua yang terjadi dalam lagu ini terdengar menyengat dan membuai jalan-nya kebutuhan otak dengan ungkapan-ungkapan not yang sungguh berkelas.

Kemunculan Sinead O Connor dalam lagu “Some Folks Are Hollow” menularkan energi positif dalam lirik lagu tersebut. Ian seperti Tuhan yang memperingatkan umat-nya agar lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai keanehan perilaku manusia saat ini. Dan Sinead berada di sisi-nya untuk membantu Brown dalam meyakinkan misinya tersebut. Nada atmospheric dalam “Me And You Forever” terbangun dengan stabil melalui instrumen cello yang terus menerus menghajar telinga kita. Meski hanya muncul sesekali, sentilan sisipan gitar Steve Jones yang jenius menambah kekuatan dan kualitas lagu itu. Dengarkan juga ending drum nan glamour yang dituai oleh Paul Cook. Ia menunjukkan kemampuan teknik drum-nya yang terbilang langka itu sebagai salah seorang drummer yang memang layak dijadikan panutan.

“Illegal Attacks” pun berperilaku serupa dalam hal aransemen, semua berjalan dengan sangat memuaskan. Eks frontman Stone Roses ini juga memperlihatkan kepeduliannya terhadap ketertekanan tentara Inggris yang dijadikan boneka serta alat perang negara itu agar mereka berontak, pulang ke Inggris dan tidak perlu lagi mengindahkan peraturan pemerintah yang tidak penting tersebut dalam liriknya. Sinead (ia kembali muncul dalam lagu ini) bisa membalur rute ritmik Ian dengan tone yang begitu menyenangkan dalam lagu tersebut. Album yang sangat bagus!

Bjork Dikritik

By Adirama Gemmy | Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 5, 2008
bjork

Bjork baru saja menuai kritik dari fansnya di China ketika ia menggelar konser di Shanghai. Vokalis asal Islandia ini meneriakkan “Tibet! Tibet!” ketika mengakhiri lagu Declare Independence yang kontroversial. Insiden tersebut memang tidak dimuat di media massa pemerintah. Namun situs-situs lokal China sesak oleh komentar-komentar dengan nada marah sebagai respons atas kejadian itu.

Salah satu komentar yang menonjol adalah ‘Jika memang benar wanita itu melakukannya, maka di benar-benar sudah memancing amarah masyarakat’. Anehnya, saat kejadian itu berlangsung para penonton hanya bereaksi dengan buru-buru meninggalkan arena konser. Tak ada reaksi berlebih seperti sorakan atau makian. Sementara, sampai saat ini belum ada komentar resmi dari Bjork terkait insiden tersebut.

Seperti diketahui, 'penjajahan' China atas Tibet sudah dimulai sejak 58 tahun lalu dan masih berlangsung sampai sekarang. Selama kurun waktu tersebut jua China telah banyak dikritik oleh negara lain, aktivis, bahkan rakyat biasa yang mendukung kemerdekaan penuh Tibet.

Hvarf - Heim: Album Halusinasi Sigur Ros

By Nicko Krisna | Music

  • 1 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 5, 2008
hvart heim Album studio ke-5 band asal Icelandic  ini dikemas dalam 2 cd berisikan lagu-lagu unreleased dan beberapa lagu dari album-album terdahulu Sigur Ros yang mereka re-arrange lagi secara akustik. Terus terang Jon Por Birgisson (vokal, gitar), Kjartan Sveinsson (Keyboard), Georg Holm (bas), Orri Pal Dyrason (drum) mengeluarkan “Hvarf - Heim” di saat yang tepat.

Kenapa? Album “Takk” yang begitu meracuni memori dan syaraf kita dengan berbagai kejeniusan mereka yang tak terhingga, membuat kita berhalusinasi untuk menantikan terus keajaiban apalagi yang akan Sigur Ros kepulkan untuk logika manusia. Ternyata mereka menguak tabir lama karyanya dengan memberikan lagu-lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya. Kita mulai dengan berbagai keteduhan yang ada di cd pertama, “Hvarf”. “Salka” sungguh sangat melodius dan membuai, membuat saya terjerembab ke sebuah petualangan di dataran tak bertepi untuk berpikir, mengapa saya sangat tergantung dengan apa yang dinamakan kemuraman. “Hijomalind” kemudian memberikan jawaban, bahwa muram itu terkadang menyenangkan. Pernah bermimpi didatangi setan sekaligus malaikat yang bertanya “Anda ingin beragama atau tidak?” kemudian kita hanya diam saja tanpa memberikan jawaban. Seperti itulah perasaan saya saat mendengarkan lagu tersebut. Lagu itu sangat layak dijadikan single pertama album ini.

“I Gaer” menuai kolase notasi yang berhamburan riak kemurungan. Kita seperti dikurung dalam sebuah pesta mewah yang isinya manusia-manusia skeptis terhadap pola hidup normal, namun menasbihkan jika hidup itu hanyalah sebuah jembatan menuju tempat yang lebih nikmat lagi. “Von” adalah nomer yang diambil dari debut album mereka yang berjudul sama. Dalam lagu ini Jon Por Birgisson memuntahkan sengauan yang sangat menyengat dan melodramatic. Sementara “Hafsol” yang pernah terdapat dalam album “Von” dan juga ada di album second single “Hoppipolla” mengalir dengan buas. Seperti ingin menerkam kita dengan cara diam-diam namun mematikan. Ending lagu ini begitu ‘merusak’ hati dan perasaan kita dengan cara yang sangat cantik.

Dalam “Heim” kita benar-benar seperti dipaksa untuk meneliti apakah Sigur Ros mampu memainkan lagu-lagu lama mereka yang dimainkan secara akustik sama baiknya saat manusia-manusia hopelandic oriented ini memainkannya secara full band. Track “Samskeyti” (diambil dari album 2003-03-01: Coliseu Dos Recreios, Lisbon, Portugal) membuka pikiran dengan sentuhan eksotis Kjartan Sveinsson lewat nada piano-nya yang mengeluarkan bunyi harapan-harapan semu.

“Staralfur” (album “Agaetis Byrjun”)memberikan pelajaran bagaimana memainkan string dan gitar akustik secara sederhana namun mewah. “Vaka” yang notabene adalah nama dari adik drummer Orri Pal Dyrason malah terdengar lebih bermakna lagi dengan versi akustiknya ini. Nyawa lagu tersebut memang ada di string serta piano Kjartan Sveinsson dan vokal Jon Por Birgisson. “Agaetis Byrjun” menjulang ke wilayah yang lebih tinggi lagi. Dimana mereka berhasil meluaskan lagi esensi lagu tersebut. “Heysatan” dan “Von” menutup dengan manis perjalanan “Hvarf-Heim”. Menangis, marah, murung, bercinta dan bersenang-senanglah dengan album ini.

Books Review: The Sorrow of Young Werther

By Nicko Krisna | Clear Reviews

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 4, 2008

sorrow of young werther Nama Johann Wolfgang von Goethe langsung melejit dengan diterbitkannya The Sorrows of Young Werther (Die Leiden des jungen Werthers) pada tahun 1774. Napoleon Bonaparte menganggap buku ini sebagai salah satu novel sastra Europa terbaik. Bahkan fenomena “Werther-Fieber” atau demam Werther membuat anak-anak muda Europa saat itu meniru gaya berpakaian yang dideskripsikan dalam novel tersebut dan tercatat sekitar 2,000 pembaca melakukan bunuh diri.

The Sorrows of Young Werther bercerita tentang seorang artis muda, Werther, yang berkarakter sensitif. Lembaran-lembaran dalam novel ini terdiri dari kumpulan surat Werther untuk temannya Wilhem. Dalam surat-suratnya, Werther menceritakan mengenai kedatangannya di sebuah desa fiktif bernama Wahlheim. Dia bertemu dan langsung jatuh cinta dengan seorang gadis muda, Lotte. Namun, sayangnya Lotte telah bertunangan dengan Albert. Sambil menahan rasa cinta dan patah hati, Werther tetap berteman baik dengan Lotte maupun Albert, bahkan setelah mereka berdua menikah. Merasa iba sekaligus menghormati suaminya, Lotte memutuskan agar Werther berhenti menemui dirinya.

Setelah sekian lama menahan perasaan, Werther akhirnya memutuskan menemui Lotte untuk terakhir kalinya. Namun, ciuman tidak terduga antara Lotte dan Werther terjadi. Di situlah dia sadar sepenuhnya bahwa di antara mereka bertiga-Lotte, Albert, dan Werther-harus ada yang mati. Dia kemudian meminjam pistol dari Albert dengan alasan ingin melakukan sebuah perjalanan. Mana yang akan dibunuhnya: Lotte, Albert, atau dirinya sendiri?


Proyek Baru P. Diddy

By Adirama Gemmy | Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 4, 2008

p diddy Ternyata, P. Diddy belum benar-benar meninggalkan dunia musik. Dikabarkan, ia kini justru tengah mengerjakan proyek terbarunya di Bad Boy Record, yakni Elephant Man.

Elephant Man juga dikenal sebagai raja dansa Jamaika. Dalam waktu dekat, ia akan segera merilis 'Lets Get Physical'. Album tersebut akan dimeriahkan juga oleh musisi ternama seperti Diddy, Rihanna, Shaggy, Wyclef, Busta Rhymes, dan Chris Brown.

Elephant Man mengklaim dirinya sebagai global entertainer. Menurutnya, entertainer sejati harus dinamis dan dapat membuat musik yang ternikmati oleh seluruh dunia. Sebelumnya, ia sempat merilis debut albumnya berjudul 'Good 2 Go' pada 2004. Tapi album kali ini merupakan kali pertamanya ia ‘bekerja’ untuk Bad Boy Record milik Diddy. Ia mengaku sudah sejak lama mengidolakan Bad Boy. Dan sekarang ia bangga karena dapat bergabung. Lewat album ini ia juga berjanji akan membawa dancehall ke tingkat yang lebih tinggi.

'Let's Get Physical' akan dirilis pada 8 April. Nantikan reviewnya di Clear Magazine.


Urban Universe: Free Souls & Universal Music

Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 4, 2008

Ini event kali pertama kerjasama antara Freesouls dengan Universal Music di Equinox (29/02) . Semua materi yang diputar adalah lagu-lagu r n’b unrelease rilisan universal music. Mulai dari Timbaland, 50 Cent, Janet Jackson dan Mary J Blige. Menu utama acara ini adalah hearing album terbaru Janet Jackson “Discipline” dan Marie J Blige “Growing Paints”. Sania, Rebbecca, Gilbert ‘Saint Loco’dan Eno ‘Netral’ menjadi host dalam acara tersebut.

Bagaimana Rupa J.S. Bach?

By Adirama Gemmy | Clear Notes

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 4, 2008

Johann Sebastian Bach Sebuah rekonstruksi wajah Johann Sebastian Bach baru saja diperlihatkan di Berlin. Rekonstruksi dengan teknik komputer tersebut dibuat oleh Caroline Wilkinson di laboratorium University of Dundee, Skotlandia.

Hasil rekonstruksi itu memperlihatkan kepala Bach dengan ukuran besar yang dihiasi sedikit rambut perak dan rahang kokoh yang agak kebawah. Untuk merekonstruksi wajah Bach, Wilkinson menggunakan tulang replika tembaga yang sebelumnya juga pernah digunakan pada 1894 oleh Wilhelm His dan Carl Ludwig Seffner. Namun ia menyatakan, rekonstruksinya jauh lebih realistis dibanding rekonstruksi dua ilmuwan tersebut. Hasil rekonstruksi tersebut akan mampir di sekolah medis Berlin Charite’s, untuk kemudian dilanjutkan ke Eisenach, pada 21 Maret, untuk dipamerkan bertepatan dengan hari lahir komposer itu.

Mainan Baru Mike Patton

Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 4, 2008
mike patton clear.jpg

Mike Patton berencana untuk membuat sebuah proyek bernama Mondo Cane, di mana ia akan membawakan lagu-lagu pop Italia yang berasal dari tahun 50 dan 60-an. Pria berusia 40 tahun yang bernama asli Michael Allan Patton ini memang sempat tinggal di negeri Pizza tersebut selama 7 tahun saat ia masih tinggal bersama dengan Titi Zuccatosta, seorang aktris Italia yang ia nikahi dari tahun 1994 sampai 2001.

Manusia yang sangat senang dengan segala bentuk eksperimen musik ini setelah keluar dari band yang membesarkan namanya Faith No More, sempat terlibat dalam beberapa proyek menakjubkan. Sebut saja Mr. Bungle, Tomahawk, Lovage, Fantomas, The Dillinger Escape Plan, dan yang terakhir Peeping Tom.

Rencananya proyek Mondo Cane tersebut akan dibagi ke dalam 5 band, di mana dalam setiap pertunjukan dia akan membawa sekitar 65 orang ke atas panggung, yang akan disesaki oleh instrumen brass dan string. Ia menyatakan bahwa Mondo Cane kehebatannya akan melebihi semua group orkestra yang pernah ada di muka bumi ini.

Mike berharap proyekan terbarunya tersebut albumnya akan segera dirilis pada musim panas tahun ini. Karena setelah itu ia akan disibukan oleh proyek lainnya yang ia namakan “unnamed”. Sebuah perusahaan rekaman R&B yang sengaja ia buat hanya untuk sekedar lucu-lucuan. Setelah banyak sekali proyek serius yang ia kerjakan bareng bersama musisi-musisi brilian seperti John Zorn, Bjork, Rahzel, Amon Tobin, Eyvind Kang, Lovage dan Kada.

Noel Galagher Kecam James Blunt

Clear Notes

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 3, 2008

james blunt Noel Galagher terusik dengan hingar bingar yang disebar James Blunt sekitar tempat tinggal peristirahatan mereka berdua di daerah Ibiza, Spanyol. Kegaduhan tersebut disebabkan suara musik yang begitu keras dari club milik Blunt. Di mana ia tanpa henti menghajar telinga-telinga tetangga sekitarnya dengan lagu-lagu electronic tanpa kenal waktu. Rumah Noel yang letaknya memang paling dekat dengan James adalah korban yang paling mampu mendengar segala bebunyian keras itu dengan begitu jelas.

Tempat peristirahatan gitaris dan frontman Oasis itu ia bangun dengan nilai sebesar 5.5 juta dollar amerika plus properti yang ia beli nilainya mencapai 2.5 juta dollar Amerika. Sebenarnya Noel hanya mengunjungi villa-nya tersebut di musim panas saja, namun ia merasa terganggu sekali dengan keberisikan yang diciptakan oleh Blunt. Noel mengatakan James sudah seperti pemilik wilayah Ibiza saja, di mana ia tidak menghiraukan lagi privacy orang-orang yang tinggal di sekitarnya. “Bebunyian musik sampah yang keluar dari club dia membuat saya enggan untuk tinggal lebih lama di sana!” Ujar gitaris kontroversial ini.

Kembalinya My Bloody Valentine

Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 3, 2008
mbv clear 2.jpeg

Setelah 16 tahun mengalami masa kevakuman, band shoegaze/noise rock legendaris asal Dublin Irlandia, My Bloody Valentine (MBV) akan melakukan konser lagi di London, Manchester dan Glasgow.

Terbukti, kembalinya band yang berdiri tahun 1984 dan beranggotakan Kevin Shields, Bilinda Butcher, Debbie Googe, Colm O’ Ciosoig ini benar-benar sangat ditunggu oleh masa fanatik mereka. Hal ini bisa kita lihat dari tiket pertunjukan-nya yang telah sold out untuk konser mereka di Roundhouse Chalk Farm Road London tanggal 20, 21, 22, 23 juni 2008. Untuk show MBV di Manchester (Apollo) yang akan diadakan tanggal 28 juni dan Glasgow ( Barrowland) 2 Juli, tiketnya pun sudah terjual habis.

Sungguh sebuah antusiasme yang sungguh luar biasa. Rupanya para penggemar mereka seperti sangat ketakutan tidak dapat menyaksikan lagi penampilan band yang lagu-lagunya begitu memukau dan membius alam bawah sadar kita ini. Kevin Shields menyatakan bahwa album mereka yang terbaru nanti isi materinya sebagian besar diambil dari album masterpiece “Loveless” plus dua lagu terbaru.

Tidak akan terlalu banyak perubahan yang akan mereka lakukan, Kevin hanya melakukan re-mastering saja. Tentunya ini merupakan sebuah berita yang sangat membahagiakan bagi mereka yang telah sekian lama menunggu dan menderita akibat ketidakjelasan berita tentang reuni band yang sangat memengaruhi begitu banyak band mulai dari Eropa sampai Indonesia ini. Berharap semoga ada promotor di sini yang mau membawa band fenomenal tersebut ke Indonesia. I wish!

Amy Winehouse Destruktif

Music

  • 0 Comments |
  • 0 TrackBacks |
  • March 3, 2008
amy.jpg

Amy Winehouse baru saja keluar dari rehab awal bulan ini. Namun tidak sampai tiga minggu, ia kembali menjalani gaya hidup destruktif. Penyanyi berusia 24 tahun itu kembali bertingkah aneh dengan berlarian pada tengah malam dan berhasil mengundang perhatian. Parahnya, ia melanjutkan kelakuannya dengan menjelajahi London’ Camden hanya memakai satu sepatu. Dikabarkan, penyanyi yang baru saja meraih 5 Grammy Awards itu kembali menyakiti diri sendiri. Hal itu karena wartawan berhasil memergoki tiga tanda merah segar di lengan Amy. Konon Amy kembali mengkonsumsi kokain, esktasi, ganja, dan alcohol setelah mencoba untuk bersih selama 10 hari.

Copyright © 2007-2008 Media Satu Group. All rights reserved. Reproduction in whole or in part without permission is prohibited.

In partnership with Citibank Indonesia logo